ENGLISH

Home

About NA-DFC

INDONESIA 

Halaman Utama

Tentang Badan POM
    BADAN POM
Berita Aktual
Siaran Pers/Peringatan Publik
Peraturan
Brosur
Publikasi
    KOMODITI
Reformasi Birokrasi 
e-Registrasi 
Notifikasi Kosmetik Online
Daftar Antrian Elektronik
Produk Obat dan Produk Biologi
Produk OT, SM dan Kosmetik
Produk Pangan
ULPK
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Ind
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
    SPECIAL INTEREST
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa
Balai Besar / Balai POM
e-bpom - NSW
Perpustakaan
Web Mail BPOM
e-rekrutmen Badan POM
 
::  | |

 

Pencarian Dokumen berdasarkan Tanggal : s/d  

SIARAN PERS/PERINGATAN PUBLIK
1 August 2012  (Obat dan Makanan > Pengawasan)
Siaran Pers Intensifikasi Pengawasan Produk Obat dan Makanan Ilegal

 

SIARAN PERS
INTENSIFIKASI PENGAWASAN PRODUK
OBAT DAN MAKANAN ILEGAL

 

Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan menerapkan tindakan kehati-hatian terhadap kemungkinan peredaran produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, gizi dan label serta produk obat dan makanan ilegal , selain melakukan pengawasan rutin Badan POM juga melakukan pengawasan khusus atau intensifikasi pengawasan. Pengawasan khusus ini adalah pemeriksaan sarana distribusi pangan (toko, supermarket, hypermarket, dan lain-lain) yang dilakukan oleh Balai Besar/Balai POM (BBPOM/BPOM) di seluruh Indonesia menjelang hari raya keagamaan yaitu Idul Fitri , Natal, Imlek dan Tahun Baru.

Jenis temuan terbanyak yang biasanya ditemukan pada intensifikasi pengawasan adalah produk pangan tanpa izin edar (TIE) atau ilegal yang merupakan temuan dengan nilai ekonomis terbesar. Pada tahun 2009 ditemukan 43,23% produk pangan ilegal dari 24.113 temuan. Sementara pada tahun 2010 ditemukan 68,64% produk pangan ilegal dari 408.740 temuan. Dan pada tahun 2011 ditemukan 48,92% produk pangan ilegal dari 164.435 temuan. Terhadap temuan tersebut, telah dilakukan beberapa tindakan, antara lain pembinaan terhadap pemilik sarana serta penegakan hukum berupa sanksi administratif yaitu peringatan, perintah pengamanan di tempat, perintah pemusnahan dan pro – justitia (tindakan ke pengadilan) terhadap pelaku usaha yang mengedarkan produk pangan ilegal.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan produk pangan ilegal masih harus menjadi fokus pengawasan sehingga kerugian negara akibat peredaran produk ilegal ini dapat diminimalkan. Hasil intensifikasi pengawasan BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia sampai dengan 25 Juli 2012, menemukan produk pangan ilegal dan produk lain yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai keekonomian mencapai Rp 1.032.920 .000,- ( satu milyar tiga puluh dua juta sembilan ratus dua puluh ribu rupiah ) .

Hari ini, Selasa ( 31 / 7 ), untuk dapat lebih meningkatkan perlindungan masyarakat dari produk pangan olahan ilegal, Kepala Badan POM RI mengadakan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan peredaran pangan olahan ilegal di sejumlah sarana distribusi pangan di DKI Jakarta dan sekitarnya. Sidak yang dilakukan bersama Balai Besar POM di Jakarta terhadap sarana distribusi di daerah Blok M dan Kemang Jakarta Selatan ini menemukan kurang lebih 6.712 kemasan produk pangan dan kosmetika ilegal dengan nilai keekonomian sekitar Rp365.000.000,- (tiga ratus enam puluh lima juta rupiah).

Dihimbau kepada masyarakat, apabila menemukan hal-hal yang dicurigai terkait produk pangan olahan dan memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia.

 

Biro Hukum dan Humas Badan POM RI
Telepon : (021) 4240231
Fax : (021) 4209221
Email : hukmas@pom.go.id, humas@pom.go.id , humasbpom@gmail.com

 

 





:: Foto Kegiatan ::

Visi dan Misi

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

Fungsi Badan POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

  Total Visits :
     ° 1 User Online
Best   viewed   with
IE 4.0 or later.
(1024 x 768 pixel)

SiteMap
Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.