ENGLISH

Home

About NA-DFC

INDONESIA 

Halaman Utama

Tentang Badan POM
    BADAN POM
Berita Aktual
Siaran Pers/Peringatan Publik
Peraturan
Brosur
Publikasi
    KOMODITI
Reformasi Birokrasi 
e-Registrasi 
Notifikasi Kosmetik Online
Daftar Antrian Elektronik
Produk Obat dan Produk Biologi
Produk OT, SM dan Kosmetik
Produk Pangan
ULPK
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Ind
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
    SPECIAL INTEREST
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa
Balai Besar / Balai POM
e-bpom - NSW
Perpustakaan
Web Mail BPOM
e-rekrutmen Badan POM
 
::  | |

 

Pencarian Dokumen berdasarkan Tanggal : s/d  

SIARAN PERS/PERINGATAN PUBLIK
10 August 2012  (Umum > Umum)
Intensifikasi Pengawasan Obat Dan Makanan Menjelang Idul Fitri 1433H

SIARAN PERS
INTENSIFIKASI PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN
SELAMA BULAN RAMADHAN DAN MENJELANG IDUL FITRI 1433H

Badan POM secara rutin telah melakukan pengawasan obat dan makanan, namun demikian dalam kurun waktu tertentu khususnya pada hari-hari besar keagamaan, seperti Ramadhan dan Idul Fitri, Badan POM melakukan intensifikasi pengawasan di sarana distribusi maupun penjual pangan jajanan buka puasa, yang dilakukan oleh Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Sampai dengan 8 Agustus 2012, telah diperiksa 2.220 sarana distribusi pangan dan ditemukan 33.149 kemasan pangan ilegal, kedaluwarsa, dan rusak dengan nilai keekonomian sebesar Rp 1.325.960.000 ,- (satu miliar tiga ratus dua puluh lima juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah).

Sedangkan hasil intensifikasi pengawasan selama Juli 2012, khusus di daerah DKI Jakarta, ditemukan 586 item produk pangan ilegal, kedaluwarsa, dan rusak dengan total nilai keekonomian sebesar Rp845.000.000,- (delapan ratus empat puluh lima juta rupiah).

Disamping intensifikasi pengawasan, Badan POM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan jajanan buka puasa. Jumlah sampel yang di sampling sebanyak 840 sampel, 8 2 % memenuhi syarat dan 1 8 % tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin, borak s, Rhodamin- B, Methanyl Yellow dan penggunaan pemanis buatan yang melebihi batas.

Produk pangan ilegal, umumnya produk impor, b anyak ditemukan di daerah perbatasan dan pelabuhan/pintu masuk seperti Pekanbaru, Pontianak, Banda Aceh, Batam, Makassar, dan lain-lain , paling banyak berasal dari negara Malaysia, Thailand, China, dan Uni Eropa.

Sedangkan pangan kedaluwarsa banyak ditemukan di daerah yang bukan merupakan daerah produsen pangan dan memiliki akses transportasi yang sulit, seperti Jayapura, Ambon, Palangkaraya, Banjarmasin dan lain-lain . Sementara untuk pangan rusak yang ditemukan umumnya produk dalam kemasan kaleng seperti susu kental manis, buah dalam kaleng, ikan dalam kaleng, dan lain-lain . Pangan rusak banyak ditemukan di Ambon, Manado, Kendari, Makassar, Yogyakarta, dan lain-lain .

Sementara untuk produk kosmetika, sampai dengan Agustus 2012 hasil intensifikasi pengawasan menemukan 66.720 kemasan kosmetika ilegal dengan nilai keekonomian sebesar Rp1.005.912.650 (satu milyar lima juta sembilan ratus dua belas ribu enam ratus lima puluh rupiah). Kosmetika ilegal banyak ditemukan di Makassar, dan Jakarta.

Terhadap hasil temuan tersebut, Badan POM telah melakukan beberapa tindakan, antara lain pembinaan terhadap pemilik sarana serta penegakan hukum berupa pemberian sanksi administratif yaitu peringatan, perintah pengamanan di tempat, perintah pemusnahan dan pro-justitia (tindakan penyidikan) terhadap pelaku usaha yang mengedarkan produk pangan ilegal.

Selama tahun 2012, terdapat 229 kasus pelanggaran tindak pidana di bidang obat dan makanan, dan 48 kasus diantaranya telah memasuki tahap pro-justitia.

Dihimbau kepada masyarakat, apabila menemukan hal-hal yang dicurigai terkait produk obat dan makanan serta memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia.

Biro Hukum dan Humas Badan POM RI
Telepon : (021) 4240231
Fax : (021) 4209221
Email : hukmas@pom.go.id, humas@pom.go.id , humasbpom@gmail.com





:: Foto Kegiatan ::

Visi dan Misi

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

Fungsi Badan POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

  Total Visits :
     ° 1 User Online
Best   viewed   with
IE 4.0 or later.
(1024 x 768 pixel)

SiteMap
Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.