ENGLISH

Home

About NA-DFC

INDONESIA 

Halaman Utama

Tentang Badan POM
    BADAN POM
Berita Aktual
Siaran Pers/Peringatan Publik
Peraturan
Brosur
Publikasi
    KOMODITI
Reformasi Birokrasi 
e-Registrasi 
Notifikasi Kosmetik Online
Daftar Antrian Elektronik
Produk Obat dan Produk Biologi
Produk OT, SM dan Kosmetik
Produk Pangan
ULPK
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Ind
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
    SPECIAL INTEREST
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa
Balai Besar / Balai POM
e-bpom - NSW
Perpustakaan
Web Mail BPOM
e-rekrutmen Badan POM
 
::  | |

 

Pencarian Dokumen berdasarkan Tanggal : s/d  

SIARAN PERS/PERINGATAN PUBLIK
13 August 2012  (Produk Pangan > Umum)
Sidak Barang Beredar Dan Edukasi Keamanan Pangan Terpadu

SIARAN PERS

SIDAK BARANG BEREDAR DAN EDUKASI KEAMANAN PANGAN TERPADU
DI KOTA TANGERANG

Dalam rangka meningkatkan pengawasan barang beredar secara terpadu, termasuk obat dan makanan, untuk melindungi konsumen dari beredarnya produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan, Badan POM menjadi bagian dari Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (Tim TPBB) yang dibentuk oleh Kementerian Perdagangan.

Sampai dengan bulan Agustus tahun 2012, Badan POM sebagai anggota Tim TPBB telah melakukan operasi pengawasan obat dan makanan di kota Surabaya, Padang, Balikpapan, Manado dan Batam dengan hasil pengawasan, antara lain, di Kota Surabaya ditemukan produk kosmetika ilegal sebanyak 31.893 kemasan, di Kota Padang ditemukan produk pangan impor ilegal sebanyak 29 kemasan, di kota Balikpapan ditemukan produk pangan impor ilegal sebanyak 40 kemasan dan kosmetika ilegal 629 kemasan, di kota Manado ditemukan produk kosmetika ilegal dan kosmetika palsu sebanyak 136 kemasan serta di kota Batam ditemukan produk pangan impor ilegal/tanpa izin edar, kosmetika tanpa izin edar dan kosmetika mengandung bahan berbahaya sebanyak 9.000 kemasan. Nilai keekonomian temuan Badan POM di lima kota tersebut mencapai Rp621.260.500,- (enam ratus dua puluh satu juta dua ratus enam puluh ribu lima ratus rupiah).

Hari ini, Rabu, 8 Agustus 2012, Menteri Perdagangan didampingi oleh Kepala Badan POM dan Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, serta Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya bersama Tim TPBB yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Badan POM, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Bareskrim Mabes Polri, Ditjen Bea dan Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang serta Balai POM di Serang, mengadakan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan barang beredar ke berbagai tempat di Kota Tangerang.

Temuan hasil pengawasan Balai POM di Serang yang dilakukan hari ini di Pasar Simpanza, dari 16 item sampel pangan siap saji dan pangan segar yang diambil antara lain tahu, baso, mie basah, cingcau, cendol, kue lapis, dan pacar cina, ditemukan 2 sampel tahu dan 1 sampel cendol diduga positif mengandung formalin dan 1 sampel pacar cina kering diduga positif mengandung rhodamin B.

Selain sidak, Tim TPBB pada hari ini juga berkesempatan mengadakan edukasi keamanan pangan terpadu untuk anak sekolah yang dipusatkan di SMAN 2 Tangerang Selatan . Selanjutnya untuk meningkatkan kemandirian sekolah akan keamanan PJAS diberikan 50 paket bantuan rapid test kit (untuk uji identifikasi Formalin, Rhodamin B dan Boraks) kepada beberapa sekolah dasar yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Keamanan Pangan. Sedangkan kepada penjaja pangan di lingkungan sekolah diberikan 50 paket Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Ke depan, Badan POM sebagai anggota Tim TPBB akan terus berkoordinasi lebih intensif dalam mengawasi barang beredar, khususnya produk obat dan makanan, secara terus menerus dan berkesinambungan guna melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan, termasuk produk obat dan makanan impor ilegal di wilayah perbatasan.

Dihimbau kepada masyarakat, apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan dan memerlukan informasi lebih lanjut terkait produk obat, obat tradisional, kosmetika dan pangan ilegal, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM di nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id serta melalui Layanan Informasi Konsumen pada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Biro Hukum dan Humas Badan POM RI
Telp. 021-4240321, Fax. 021-4209221
Email: hukmas@pom.go.id, humas bpom @ gmail.com





:: Foto Kegiatan ::

Visi dan Misi

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

Fungsi Badan POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

  Total Visits :
     ° 1 User Online
Best   viewed   with
IE 4.0 or later.
(1024 x 768 pixel)

SiteMap
Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.