ENGLISH

Home

About NA-DFC

INDONESIA 

Halaman Utama

Tentang Badan POM
    BADAN POM
Berita Aktual
Siaran Pers/Peringatan Publik
Peraturan
Brosur
Publikasi
    KOMODITI
Reformasi Birokrasi 
e-Registrasi 
Notifikasi Kosmetik Online
Daftar Antrian Elektronik
Produk Obat dan Produk Biologi
Produk OT, SM dan Kosmetik
Produk Pangan
ULPK
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Ind
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
    SPECIAL INTEREST
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa
Balai Besar / Balai POM
e-bpom - NSW
Perpustakaan
Web Mail BPOM
e-rekrutmen Badan POM
 
::  | |

 
 

POLA PIKIR DAN BUDAYA KERJA


Dikaitkan dengan konsep "globalisasi", maka Michael Hammer dan James Champy menuliskan bahwa ekonomi global berdampak terhadap 3 C, yaitu customer, competition, dan change. Pelanggan menjadi penentu, pesaing makin banyak, dan perubahan menjadi konstan.Hal ini tidak hanya terjadi di sektor privat. Sektor publik, dimana semua proses serba lamban, mantap dan seluruh perubahan seolah-olah terkendali, mau tidak mau, suka tidak suka, karena kepentingan pelanggan (yang notabene sangat besar – karena pelanggan sektor publik tentu adalah masyarakat) juga mengikuti kaidah 3 C ini. Namun sayangnya tidak banyak orang yang suka akan perubahan, walau begitu perubahan tidak bisa dihindarkan. Perubahan harus dihadapi, karena yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, maka diperlukan satu manajemen perubahan agar proses dan dampak dari perubahan tersebut mengarah pada titik positif.

Manajemen perubahan yang masih merupakan kelanjutan kegiatan dari tahun 2011. Manajemen perubahan adalah suatu proses yang sistematis dengan menerapkan pengetahuan, sarana, dan sumber daya yang diperlukan organisasi untuk bergeser dari kondisi sekarang menuju kondisi yang diinginkan, yaitu menuju ke arah kinerja yang lebih baik dan untuk mengelola individu yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.

Sebagai organisasi publik, Badan POM RI, juga tidak lepas dari perubahan itu sendiri. Perubahan yang terjadi baik dalam lingkup internal organisasi maupun perubahan yang terjadi di luar lingkup organisasi yang membawa dampak baik positif bahkan negatif bagi organisasi. Bagaimana perubahan ini dapat dikelola untuk sebesar-besar kemaslahatan organisasi, sehingga seburuk apapun dampak perubahan bagi organisasi, maka organisasi mampu mengantisipasinya. Atau bahkan dari cara pandang yang lebih positif, bagaimana organisasi mengelola perubahan menjadi suatu yang bermanfaat bagi organisasi, dan bagaimana organisasi mampu shape the future bagi organisasi itu sendiri, maka Badan POM pun harus mampu mengelola konsep perubahan tersebut. Demikian juga para anggota organisasinya - yaitu seluruh SDM, harus pula mampu mengelola perubahan ke arah yang positif.

Disadari bahwa mengelola perubahan bukan merupakan suatu yang sederhana. Kebanyakan organisasi dan individu dalam organisasi resisten terhadap perubahan, karena banyak faktor. Perubahan harus dikelola serius karena berpotensi mempunyai hambatan yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu dirumuskan strategi dalam mengelola dan melaksanakan perubahan. Pada tahun 2011 telah ditetapkan struktur Program Management Office (PMO) manajemen perubahan, dimana salah satu sub tim yaitu Design Management bertugas merumuskan strategi perubahan, untuk itu dilakukan assessmen kesiapan organisasi untuk berubah. Pengukuran kesiapan organisasi untuk berubah menggunakan kuesioner kesiapan organisasi menghadapi perubahan yang melibatkan responden yang diambil dari seluruh pejabat struktural dan sampling 10% dari populasi fungsional umum dan khusus. Dari hasil kuesioner tersebut, ditetapkan masing-masing strategi perubahan dari 8 area perubahan di dalam reformasi birokrasi yaitu : Organisasi, Tatalaksana, Peraturan perundang-undangan, SDM Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Pelayanan Publik serta Pola Pikir (mindset) dan Budaya Kerja (culture set) Aparatur. Sebagai pendukung strategi perubahan telah disusun modul-modul pelatihan serta pelatihan TOT manajemen perubahan bagi agent of change dari seluruh unit kerja. Pada tahun 2012 sampai 2014, akan dilanjutkan dengan pendampingan manajemen perubahan serta evaluasi pelaksanaan manajemen perubahan

 

 


 





:: Foto Kegiatan ::

Visi dan Misi

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

Fungsi Badan POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

  Total Visits :
     ° 1 User Online
Best   viewed   with
IE 4.0 or later.
(1024 x 768 pixel)

SiteMap
Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.